Neuro-Linguistic Programming
Persiapan dan Kesempatan
Oleh: Hingdranata Nikolay
atas adalah tidak adanya KESEMPATAN. Anda mendengarnya di mana-mana. Tidak
ada KESEMPATAN untuk promosi karena atasannya tidak kunjung keluar, tidak
ada KESEMPATAN tanggung jawab tambahan karena atasan tidak percaya, tidak
ada KESEMPATAN untuk naik gaji karena atasan tidak perhatian, dan lain-lain.
Rahasia sukses pun bertebaran dari buku, seminar, coaching, dan lain-lain.
Sebegitu luasnya 'rahasia' sukses ini, sehingga sudah tidak pas lagi disebut
rahasia. Dan dari sekian banyak 'rahasia' sukses ini, terselip juga tips
untuk membangun PERSIAPAN diri dengan segala hal yang dibutuhkan untuk
sukses. Entah memperkaya diri dengan pengetahuan, skil, sikap mental, dan
lain-lain.
Dan lucunya, ini yang bisa menimbulkan frustrasi para pencari INSPIRASI
sukses: PERSIAPAN. Saat 'rahasia' sukses berbicara mengenai KESEMPATAN
sukses, para pencari sukses ini lebih banyak fokus pada sebuah BELIEF bahwa
ada standard khusus atau ukuran maksimum yang diperlukan untuk bisa meraih
KESEMPATAN ini, terutama kalau mereka mengikuti persis 'rahasia' sukses ini.
Dan saat mereka telah merasa atau melihat diri mereka telah mencapai
standard ini, mereka juga sepantasnya atau sudah seharusnya sudah SIAP utuh
untuk sukses. Jadi saat KESEMPATAN belum kunjung datang, mereka akhirnya
menunggu, karena merasa sudah SIAP.
Di NLP sendiri, kata "CREATE YOUR OWN REALITY" bukan berarti hanya
berimajinasi belaka, membuka mata, jentikan jari, mengandalkan yang menurut
kita sudah cukup, lalu kita memperoleh yang kita inginkan. Melibatkan lebih
dari itu. PERSIAPAN yang kontinu adalah justru bagian dari mengkreasikan
sukses ini. Saat saya sering mengekspresikan bahwa 'tidak ada yang
kebetulan' dan 'segala sesuatu berhubungan' , yang saya tuju dalam konteks
ini adalah bahwa KESEMPATAN datang karena PERSIAPAN kita, bukan karena
kebetulan. Dan PERSIAPAN bukan hanya mengenai sudah merasa SIAP dan BERHAK
atas sebuah kesuksesan, tapi justru ber-SIAP diri secara kontinu. Secara
terus-menerus belajar, memperkaya diri dengan pengetahuan, skil, sikap
mental yang efektif, dan lain-lain.
Jadi saat pertanyaan Anda adalah "Kenapa KESEMPATAN tidak kunjung datang?",
maka jawaban paling sederhananya adalah "Karena Anda belum SIAP". Ini
sebuah pola berpikir yang bermanfaat, karena saat KESEMPATAN tidak mau
mampir dan Anda terus menunggu dan menunggu tanpa menaikkan standard diri
Anda atau tanpa PERSIAPAN lebih, maka Anda hanya membuat diri sendiri
bertambah frustrasi. Karena mungkin hanya dengan PERSIAPAN yang sedikit
lebih banyak saja, Anda mungkin bisa menghemat frustrasi Anda dan memetik
KESEMPATAN-nya.
Dari pola pikir yang bermanfaat ini pula, saya bisa memberikan rekomendasi
BELIEF untuk Anda, bahwa alam semesta sudah mempunyai sistem untuk
memberikan kita sesuai HAK kita. Kita hanya akan memperoleh sesuai yang
kita berikan. Kita hanya akan mendapatkan sesuai yang pantas kita dapatkan.
Kalau ada yang merasa bahwa dirinya belum memperoleh keadilan, entah
evaluasi kembali definisi 'keadilan' yang Anda maksud, atau cek kembali
PERSIAPAN diri kita, atau kalau memang semuanya sudah oke, tidak lama lagi
Anda akan memperolehnya. Mungkin dalam bentuk dan kapasitas yang berbeda
dari yang Anda inginkan, tapi sesuai dengan HAK Anda.
Contoh lucu yang saya temui adalah saat ada KESEMPATAN, ternyata orang yang
tadinya komplain mengenai tidak adanya KESEMPATAN, justru komplain lagi
mengenai KESEMPATAN yang datang tersebut. Seolah segala sesuatunya harus
sempurna berdasarkan model dunianya. Dan akhirnya? KESEMPATAN tersebut pun
terbang ke orang lain, dan orang yang menolak KESEMPATAN ini, melanjutkan
lagi kenikmatan komplainnya mengenai tidak adanya KESEMPATAN. Beberapa
orang memang MEMILIH untuk hidup di dunianya sendiri :-)
PILIHAN bermanfaat yang saya anjurkan hari ini adalah lakukan PERSIAPAN
terus, dan KESEMPATAN akan berdatangan sesuai PERSIAPAN Anda. Saat Anda
ingin KESEMPATAN lebih, maka lakukan PERSIAPAN lebih.
Semoga bermanfaat.
Have a positive day!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar